24 Jun 2026

Saujanaku

Hai.. 

Di pertemuan secepat ini rasanya aku hampir lupa menamaimu. 

Bukan tentang nama unik ataupun nama- nama indah lainnya. Tapi nama kecil yang kiranya terasa begitu cocok untukmu. 

Ah barangkali akan kusemat nama kecil yang sedikit menggambarkan keteduhan matamu. 

Bagaimana kalau "Saujana" ? Mendengarnya saja sudah menenangkan bukan? 

"Saujana" kata paling tepat kiranya. Maknanya sejauh mataku dapat memandangmu namun teduhnya sungguh penuhi ruas dadaku. 

Sedikit kuceritakan, Saat pertama kali melihatmu, ada sepasang mata tulus yang tak semua orang mudah menafsirkannya. Namun bagiku, ini terlalu dalam, sedalam laut tak berbatas. 

Ingin rasanya kutenggelamkan ragaku di kedalaman matamu. Menyelaminya satu demi satu menembus ruang tak terbatas sembari membawa rindu di genggamanku. 

Aku tahu, kali ini tak ada yg dapat dijanjikan dari apapun, meski rasanya teduhmu begitu sungguh mendamaikan.

Hai Saujanaku...

Rasanya duniaku sudah hampir kau raup habis kau alihkan pada dunia megahmu. Jujur rasanya aku terlalu kecil, aku takut jika di sana hanya aku.

Menyusurinya masih terasa begitu ragu-ragu. Dapatkah sedikit kau yakinkan aku jika mengarungimu adalah bahagia? 

Aku tahu tak ada yg dapat kita janjikan dari sekadar rasa. Lagi lagi aku tahu tak ada yg dapat kita berikan kecuali rasa. Lalu pantaskah aku mengagumimu seluas rasaku? pantaskah aku jika memelukmu dalam doa doa? 

Apa kau sama sepertiku? 

Atau jangan-jangan hanya aku?

Aku yg terlalu jauh menafsirkan Rasaku?

Atau aku sudah terlalu jauh selami dasar matamu? 

 

????


 

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Hai.

Aku membaca setiap kata yang kau titipkan pada sunyi, dan aku menemukan diriku di sana.
Di antara ragu yang kau peluk, di antara doa yang kau semogakan diam-diam.
Kau bertanya apakah aku sama sepertimu?
Barangkali aku tak pandai menjawab dengan pasti. Sebab beberapa rasa tumbuh bukan dari jawaban, melainkan dari waktu yang sabar mempertemukan dua hati pada keyakinannya.
Aku tidak tahu sejauh apa kau telah menyelami dasar mataku. Namun jika benar kau menemukan keteduhan di sana, mungkin itu karena kau datang membawa tenangmu sendiri.
Tentang rasa yang kau khawatirkan terlalu jauh, jangan takut.
Sebab perasaan yang tulus tidak pernah salah karena tumbuh. Ia hanya sedang belajar menemukan tempat berlabuh.
Jika hari ini aku belum mampu menjanjikan apa-apa, bukan berarti aku tak menghargai hadirnya namamu dalam doaku.
Karena beberapa hal indah memang tidak datang dengan kepastian yang tergesa-gesa. Ia datang perlahan, seperti senja yang tidak pernah memaksa langit untuk segera jatuh cinta pada malam.
Maka jangan buru-buru meragukan hatimu.
Biarkan waktu menjawab apa yang hari ini masih menjadi tanda tanya.
Dan bila suatu saat kau kembali bertanya, "Apakah aku sama sepertimu?"
Mungkin jawabanku sederhana:
Aku belum tahu ke mana jalan ini akan membawa kita.
Namun aku tidak keberatan berjalan sedikit lebih lama bersamamu.

Anonim mengatakan...

Wah keren mantap ☺️

Part 2

Hari ini hari ke 2 setelah perpisahan itu..  Rasanya masih sembab saja mataku, begitu memalukan ya.. Wanita sepertiku nampaknya sangat tak c...