15 Jun 2024

Risak Renjana

Kiranya, memujamu adalah ayal yang takkan dapat tergapai

memulangkan asa pada luka luka tak berujung 

menyumbang banyak keliru kala rindu memuncak 

tak dapat tergapai, setinggi harap jatuh tersungkur kehadap kerap.


Ah memujamu, risak renjanaku membuncah ruah

memuakkan, mencipta benci tak berkesudah

barangkali risak kerap membawa tanya,

menbiar koma terus bergelayut menuju tanda tanya mengapa?

renjana, sudahkah kau kuberi makan dengan layak ?

sudahkah kau dapat tidur dengan nyenyak?

nyatanya kini renjana membawa luka. mencipta isak dengan bising malam membuncah


Risak itu, membawa renjana kepada luka yang tak terobati

memulangkan rindu penuh luka

membiar jarak pernah ada semakin menganga.


Renjana, ohhh renjana! 

mari pulang saja, tak layak kita beradu rindu kala asanya tak bertuju

mari lelap saja, dalam malam malam tanpa hangat rembulan

lebih arif nyatanya, jika tak lagi membawakan bunga untuk Risak Renjana. 

Mari pulang saja, akan kubawakan rasa lama yang takkan berbuah kecewa. 

akan terus menyambangimu, membawakan bunga, serta pengusir Risak malam tak berkesudah.

mari lupakan risakmu, bawa pulang asamu.

kita akan bertemu, tak hanya di ujung jalan itu

tak hanya di simpang yang menanjak

tak pula di bawah redup malam menjemukan

kita akan terus bertemu, meski renjanamu kadang mulai ayal membuncah ruah memelukmu. 

 

Tidak ada komentar:

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...