Hai, sepasang mata paling tenang, memandangimu adalah keharusan
merasuk dalam matamu adalah tujuan, terselip hangat serupa peluk tak luput genggam.
Ah bagaimana bisa luput kenang jikalau pasang mata tenang terus menatapku, tersipu malu beradu rayu.
lewat malu terkirim rindu, memetik ragu kalau pejam mulai mengadu.
Hai sepasang mata paling tenang, bagaimana bisa kuhirup kopiku sedang matamu terus memeluk relungku
sehangat itu bukan?
Dapatkah kuseruput kopi hangatku sedang pasang bola matamu bertengger syahdu dipinggir cangkirku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar