17 Feb 2025

Bagaimana Bisa Kuhirup Kopiku Sedang Teduh Matamu Terus Memeluk Relungku

Hai, sepasang mata paling tenang, memandangimu adalah keharusan

merasuk dalam matamu adalah tujuan, terselip hangat serupa peluk tak luput genggam. 

Ah bagaimana bisa luput kenang jikalau pasang mata tenang terus menatapku, tersipu malu beradu rayu.

lewat malu terkirim rindu, memetik ragu kalau pejam mulai mengadu.


Hai sepasang mata paling tenang, bagaimana bisa kuhirup kopiku sedang matamu terus memeluk relungku

sehangat itu bukan? 

Dapatkah kuseruput kopi hangatku sedang pasang bola matamu bertengger syahdu dipinggir cangkirku.



 

Tidak ada komentar:

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...