Begitu merajaikah dirimu dalam samudera rasaku, sebab kerap tak lagi kudapatkan kata serta bait yang harus kutulis dalam sajak
Ada banyak kata usang yang tak dapat kembali kuperbaharui, sebegitu melekat padamu, pada rindu yang kini kau bawa pulang
Hilang, lepas, asing, teruntuk rindu yang kau bawa pulang
Kini terasa begitu usang di pandang jarak luas membentang, begitu lekatkah rindu ini padamu, hingga lupa bagaimana bisa aku kembali tegap jikalau langkahmu pergi menjauh
Rasanya masih membayang, sayup-sayup di kejauhan punggungmu menghilang. Bak mimpi yang tak pernah kupejamkan, begitu sesak menyeruak penuhi ruas dadaku
Nyatanya tak ada lagi dapat diimpikan dari sekedar janji sore itu, hilang kau bawa pulang. lenyap disapu angin malam kelabu.
Kini kau tak lagi menjadi lelaki dalam pelukan, meninggalkanku adalah keputusan terkuatmu sekaligus menyadarkanku bahwa yang diimpikan tak selamanya bisa tergapai, kembali membawa sampanku adalah keputusanku mengimbangimu. Mari kita putuskan, saling berpaling dan berjauhan. Kau dengan mimpi baru mu, sedang aku dengan rindu separuh yang akan kupahat kembali utuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar