29 Jan 2024
Selaksa Dera Luka
28 Jan 2024
Sempena Merah Jambu
Sudah kutegaskan rupanya masih saja kau tanyakan, mengagumi bukanlah perkara ringan.
Menyita banyak hal, melengkungkan tekat seluas buana. Seluas itu nyatanya!
Menyerahlah, berdamai pada asa yang tak tergapai
Sejauh apa kau layangkan doa doa, nyatanya hanya tersangkut di dahan pohon bungur itu.
Setiap musimnya hanya dapat menabur bunga, sebab nyatanya buah kepastian tak dapat ia tukar dengan sekadar musim hangat yang kerap ia janjikan ..
Menyerahlah, berdamailah atas atma ringkih hampir hirap dalam kenyataan.
Ia sudah tak lagi sama, beradu kisah klasik itu tak lagi arif didendangkan
Kerap sumbang terdengar, kala senja ini merubah warna merah pekat dan tak lagi jingga seperti biasanya..
Pulanglah, kembalilah kepangkuanku, merebah penatmu di ujung pangkal ancala kalis rasaku.
Menguburmu Pada Andala yang Pernah Kau Tautkan
Part 2
Hari ini hari ke 2 setelah perpisahan itu.. Rasanya masih sembab saja mataku, begitu memalukan ya.. Wanita sepertiku nampaknya sangat tak c...
-
Sudah kutegaskan rupanya masih saja kau tanyakan, mengagumi bukanlah perkara ringan. Menyita banyak hal, melengkungkan tekat seluas buana. S...
-
Hey apa kabar? Lama tak sua senja, baikkah dirimu? Masihkah ingat denganku? Ahh.. Semoga kau selalu baik baik saja. Mungkin bisa kucerita s...
-
Kerap kusinggahkan sampanku, kupautkan ujungnya di bibir-bibir dermaga itu. Dengan kerap harap, dapat kupautkan jua rinduku, bahkan janji...
-
Malam ini, Dapatkah kuukir rasa yang paling teduh? Kembali kutautkan memori tentangmu, Membangun kembali Bayang-bayang lirih senyum di bal...
-
Hari berlalu, mengiring jalan berdebu rasa di ujung jalan itu terlalu engap kukisahkan, terlalu sesak jika harus kubagikan, kiranya sudah c...
-
Begitu merajaikah dirimu dalam samudera rasaku, sebab kerap tak lagi kudapatkan kata serta bait yang harus kutulis dalam sajak Ada banyak ka...
-
Kiranya, memujamu adalah ayal yang takkan dapat tergapai memulangkan asa pada luka luka tak berujung menyumbang banyak keliru kala rindu me...
-
Nampaknya, kita terus berpaut. seperti nyala lilin di tengah badai kerap berbisik melalui angin, menghempas yang tak tergapai, membawa kenan...
-
Hai, sepasang mata paling tenang, memandangimu adalah keharusan merasuk dalam matamu adalah tujuan, terselip hangat serupa peluk tak luput g...
-
Setelah kepergianmu cahaya kecil itu memudar serta berpindah arah pada pusaramu. Kini, tak lagi kutemukan cahaya itu pada siang, pada ma...