sampai jenggah kita menua
melambai lambai sampai jauh, sampai luka menyala
nampaknya cukup sampai sini, sampai lupa masa
Risak terisak sampai lupa diriku
sampai hilang arah melintang malam kepergian itu
duduk termanggu berpangku tangan sembab netra dibuatnya
hilang sudah kembali melukis malam dalam belai rindu tak tertahankan
Rindu, selaksa luka berbalut kecewa
sepai kenang tak terkenang hingga pedih peri menyiksa malam
sendiri, kosong tak serupa menuai rindu diam diam hingga malam kembali legam
lupa diri, lupa masa di mana dunia tak lagi muda
Masih beradu rindu, merambah jarak penuhi lakuna hati
harap hirap, dersik abu abu, nestapa melambai merayu rayu hingga diri hilang aku
sadrah diri tertodong malam memaksa menyerahkan segala congkak rindu
kembalikan semua, pulangkan semua tanpa tersisa pada pemilik rindu sesungguhnya
Kini tak lagi ingin kunikmat rindu titipanmu, akan kukembalikan dengan baik
tanpa kurang sececahpun, bagaimana sudi kukembalikan tanpa ada dendam mendera
nikmatilah, sampai kau lupa atas renjana sepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar