Dapatkah kuukir rasa yang paling teduh?
Kembali kutautkan memori tentangmu,
Membangun kembali
Bayang-bayang lirih senyum di balik masa itu.
Kau nampak manis, bahkan sesekali mata sayumu memandangku
Kau nampak lembut kala senyum itu berulang kau layangkan padaku.
Masih begitu jelas bukan,
Kau nampak tenang dalam merajai samudraku.
Lalu...
Dapatkah kuukir rindu paling sendu
Melebihi sendunya tatapmu.
Sebab kau adalah labuhan sarat rasaku,
Setiap hari menyambangimu adalah harus tanpa tapi.
Berjaga tiap malamku pun adalah baktiku,
Seraya kutunggu lelap menjemputku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar