7 Okt 2021

Aku, Kita, dan Samudra Rasa

Malam ini,
Dapatkah kuukir rasa yang paling teduh?
Kembali kutautkan memori tentangmu, 
Membangun kembali 
Bayang-bayang lirih senyum di balik masa itu.
Kau nampak manis, bahkan sesekali mata sayumu memandangku
Kau nampak lembut kala senyum itu berulang kau layangkan padaku.
Masih begitu jelas bukan, 
Kau nampak tenang dalam merajai samudraku.
Lalu... 
Dapatkah kuukir rindu paling sendu 
Melebihi sendunya tatapmu.
Sebab kau adalah labuhan sarat rasaku, 
Setiap hari menyambangimu adalah harus tanpa tapi. 
Berjaga tiap malamku pun adalah baktiku, 
Seraya kutunggu lelap menjemputku. 




Tidak ada komentar:

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...