7 Okt 2021

Semoga Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Semoga daun yang jatuh tak pernah membenci angin 

ada harap yang kerap kutawarkan, berulang kuyakinkan

daun tak pernah salah, namun ragu bertahta pada congkak dalam hati 

daun tak pernah salah, hingga angin tega menjatuhkannya dengan perlahan.

daun juga tak pernah keliru atas rasa,

mempercayakan hatinya meleyang dihempas angin 

daun tak pernah salah... hanya saja angin lupa menyinggahinya adalah keliru. 

Aku, Kita, dan Samudra Rasa

Malam ini,
Dapatkah kuukir rasa yang paling teduh?
Kembali kutautkan memori tentangmu, 
Membangun kembali 
Bayang-bayang lirih senyum di balik masa itu.
Kau nampak manis, bahkan sesekali mata sayumu memandangku
Kau nampak lembut kala senyum itu berulang kau layangkan padaku.
Masih begitu jelas bukan, 
Kau nampak tenang dalam merajai samudraku.
Lalu... 
Dapatkah kuukir rindu paling sendu 
Melebihi sendunya tatapmu.
Sebab kau adalah labuhan sarat rasaku, 
Setiap hari menyambangimu adalah harus tanpa tapi. 
Berjaga tiap malamku pun adalah baktiku, 
Seraya kutunggu lelap menjemputku. 




"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...