28 Jan 2024

Sempena Merah Jambu

Sudah kutegaskan rupanya masih saja kau tanyakan, mengagumi bukanlah perkara ringan.

Menyita banyak hal, melengkungkan tekat seluas buana. Seluas itu nyatanya! 

Menyerahlah, berdamai pada asa yang tak tergapai 

Sejauh apa kau layangkan doa doa, nyatanya hanya tersangkut di dahan pohon bungur itu.

Setiap musimnya hanya dapat menabur bunga, sebab nyatanya buah kepastian tak dapat ia tukar dengan sekadar musim hangat yang kerap ia janjikan ..

Menyerahlah, berdamailah atas atma ringkih hampir hirap dalam kenyataan.          

Ia sudah tak lagi sama, beradu kisah klasik itu tak lagi arif didendangkan

Kerap sumbang terdengar, kala senja ini merubah warna merah pekat dan tak lagi jingga seperti biasanya.. 

Pulanglah, kembalilah kepangkuanku, merebah penatmu di ujung pangkal ancala kalis rasaku.  


2 komentar:

Anonim mengatakan...

👏👏👏👏👏👏

Anonim mengatakan...

🙏

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...