Sajak mana lagi yang dapat kurangkai,
Kala lautan aksaraku tenggelam bersama redup jiwamu.
Kita memang sepenggal kisah, namun segala yang bermakna adalah kita,
segala yang menunda luka hanyalah kita,
kerap tertelan kecewa, namun tetap saja senyum simpul memeluk dahaga rasa.
Kau kerap kupanggil dalam sujudku,
tak lupa kugambar rindu di bayang riuh isi kepala serupa wajahmu
kini jejak yang kutapak sama, tak lagi terasa hangat seperti sedia kala
kini langkah yang kerap menujuku, tak lagi ngiang di telingaku.
kau bawa pulang rinduku, hanya menyisakannya di balik tugu itu.
ruang itu, hampa ..
kau bawa pulang rinduku tersapu pada tupukan tanah merah itu.
Mei 2025