Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.
Kerap kulayangkan pikir, bahwa jangan-jangan kau adalah serdadu rindu yang diam-diam menikam.
Hampir separuh malam, kau hadiahkan berbagai bayang menghantui, kerap terusik tidurku, kerap mengganggu ayal bahwa kau ada di sebelahku.
Mimpikah Aku?
ya lagi-lagi kerap kumimpikan itu, di bayang tak tergapai.
Kau semu, namun namamu terpatri di alam bawah sadarku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar