10 Apr 2020

Pergi dalam Legam Ingatan


Setelah kepergianmu cahaya kecil itu memudar serta berpindah arah pada pusaramu.
Kini, tak lagi kutemukan cahaya itu pada siang, pada malam, pada pagi yang berembun.
Ia tak lagi di sini, menjauh bersamamu tepat di atas pusaramu.
Sejengahku menangisimu tak jua dapat kubagi kisah betapa lirih arti kehilangan.
Tak kupunya daya, tak kupunya rasa, semua hilang kau bawa perlahan bersama cahaya rindu keemasan di langit sana.
Rasanya aku ingin menyusulmu dengan seluruh raga milikku, tanpa jarak, tanpa sekat yang kini memisah antara rasaku, rasa kau, dan rasa kita.
Aku sudah lelah berdoa, lelah memujamu hanya dalam kata.
Aku sudah lelah menyambangimu, lelah hanya melihat nisan dingin yang tak bergeming.
aku pun sudah lelah merinduimu hanya dalam bayang-bayang, kau begitu tak nyata, ilusi rumit yang tak dapat kugapai.
Ingin kuleburkan jari-jemari hingga seluruh tubuhku, biar dapat kupautkan rinduku pada pemiliknya yang agung.

"Kau!"

"Ya, Kau Sayang!"

Berulang kali kutegaskan, Aku lelah!. aku ingin pergi menemuimu, mengisahkan sepenggal senja yang kerap kita janjikan pergi besama, berjalan santai di pinggir lingkar merah di ujung-ujung waktu penghabisan.

"Sayang, mari terimalah lebur tubuhku dan sambut rinduku dalam hangat pangkuanmu".

x

Tidak ada komentar:

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...