12 Apr 2020

Hati yang Tak Pernah Salah

Kulihat nama cantik itu hampir mirip dengan hujan, aku kembali mengenalinya melalui masa, kata, dan ingatan.
Nama yang cantik, secantik orangnya.

Sekiranya rasa tak pernah salah menerka ingatan, meraba-raba kenangan.
Sepertinya ada yang tak selesai, lajuku, percayaku, yakinku, atasmu.
Hingga saat ini kutemukan lagi, salah kesekian yang semenjak dulu tak kau sadar.
Sepertinya kau begitu membenci, begitu memojokkan yang mana hanyalah salah yang kerap kulontarkan.
Atau kau, kerap tertawa dengan nada mengejek atas lisanku yang kerap salah bicara.
Atau kata-kata manisku yang kerap kujadikan topeng pembual menurutmu.
Ah, mari saling memutar pikir.
Cukuplah saja, dan semoga daun yang jatuh tak pernah membenci angin.


"Maaf bilamana aku menyukai hujan, sama halnya seperti kau menyukainya"

Tidak ada komentar:

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...