10 Apr 2020
Sebuah Perjalanan
Kerap kusinggahkan sampanku, kupautkan ujungnya di bibir-bibir dermaga itu.
Dengan kerap harap, dapat kupautkan jua rinduku, bahkan janjiku.
Namun, gelombang kerap hempas sampanku, menyapu-nyapu dindingnya dengan kegelisahan, mengoyak-koyak warnanya menjadi abu dengan batas lumut di bawahnya.
Kerap terasa ragu menuntun gegas pulangku menuju muara sungai itu.
Dengan ringan kulihat lembut lambai itu, ya! Dia memanggilku.
kembali Kusinggahkan sampanku pada kali kesekian dengan iring ombak sayu senja itu.
Bak mimpi, saat kembali kutambatkan sampanku dan kini membawaku pulang menuju malam paling tenang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
"Barangkali Kau Serdadu Itu"
Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya. Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah. ...
-
Sudah kutegaskan rupanya masih saja kau tanyakan, mengagumi bukanlah perkara ringan. Menyita banyak hal, melengkungkan tekat seluas buana. S...
-
Hey apa kabar? Lama tak sua senja, baikkah dirimu? Masihkah ingat denganku? Ahh.. Semoga kau selalu baik baik saja. Mungkin bisa kucerita s...
-
Kerap kusinggahkan sampanku, kupautkan ujungnya di bibir-bibir dermaga itu. Dengan kerap harap, dapat kupautkan jua rinduku, bahkan janji...
-
Malam ini, Dapatkah kuukir rasa yang paling teduh? Kembali kutautkan memori tentangmu, Membangun kembali Bayang-bayang lirih senyum di bal...
-
Hari berlalu, mengiring jalan berdebu rasa di ujung jalan itu terlalu engap kukisahkan, terlalu sesak jika harus kubagikan, kiranya sudah c...
-
Begitu merajaikah dirimu dalam samudera rasaku, sebab kerap tak lagi kudapatkan kata serta bait yang harus kutulis dalam sajak Ada banyak ka...
-
Nampaknya, kita terus berpaut. seperti nyala lilin di tengah badai kerap berbisik melalui angin, menghempas yang tak tergapai, membawa kenan...
-
Kiranya, memujamu adalah ayal yang takkan dapat tergapai memulangkan asa pada luka luka tak berujung menyumbang banyak keliru kala rindu me...
-
Hai, sepasang mata paling tenang, memandangimu adalah keharusan merasuk dalam matamu adalah tujuan, terselip hangat serupa peluk tak luput g...
-
Setelah kepergianmu cahaya kecil itu memudar serta berpindah arah pada pusaramu. Kini, tak lagi kutemukan cahaya itu pada siang, pada ma...
2 komentar:
mantap ani... klo dilihat tulisan ni kd telihat bahasa sungai tuannya nah.... ����
Haha. Emangnya biasanya klihatan kah bahasa sungai tuanya 🤣
Posting Komentar