21 Feb 2024

Dahulu, Menyambangimu Adalah Tujuanku, Namun Kini Menyambangimu Tak Lagi Menjadi Asaku.

Nampaknya sudah lama tak kusambangi gubuk itu
barangkali lapuk termakan usia, rapuh dalam ingatan
namun, lekat dalam kenangan ..

Kini menyambangimu tak lagi menjadi tujuanku, 
mengikhlaskan semua berselimutkan semak belukar
menggerogoti memori rintih yang terukir. 

Pekaranganmu yang luas, mengingatkanku betapa luas samudra rasa kala itu
menjulang tinggi, melengkung dalam sedalam palung mimpi tentang kita
tentang samudra yang tak lagi dapat terjamah logika
tentang risau temu yang tak lagi mengudara. Melebur, membiar rasa yang tak lagi sama. 

Pulanglah kita, bawa masing-masing rasa kita kepada tuan pemiliknya, memberi harap pada harap yang sudah tak lagi percaya menjadikannya akan sia sia..
pulanglah bawa rindu penyelinap, tawan mereka dalam kotak manis di ujung senja.
bungkus itu untuk kita, untuk kenang yang tak lagi ingin dikenang. 

Mari janjikan bahagia, kala rindu tak lagi sama. Entah milik siapa? entah kepada siapa?
mari rayakan sesuka kita. 
Mari janjikan bahagia, kala perpisahan adalah bunga manis yg kini sedap dipandang mata. 
Mari kembali janjikan bahagia, kala kenang tak lagi didamba damba. 
Mari jemput bahagia, tabahkan segala haus jiwa kemarin. untuk kita, untuk segala rasa yang pernah ada. 



Tidak ada komentar:

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...