21 Mei 2023

Kembali Kueja Doaku Tanpa Kembali Kusematkan Namamu

Rasanya sudah hampir menyerah,

mengayunkan harap kerap menyayat-nyayat dinding pertahanan terkuatku. 

kembali mengeja kisah kita rasanya begitu memilukan, mengutuk diriku menjadi selemah ini. 

kembali melupakanmu dan hanya memenjarakanmu dalam ingatan bukanlah hal tepat yang dapat kupilih

semakin kerap kau datang, meski sekedar singgah hanya membuat luka-luka membasah ..

rasanya sudah hampir menyerah...

doa mana yang dapat kusesalkan, selagi kau masih berkutat dalam ingatan 

rasanya sudah hampir menyerah, 

mengurung luka lama dengan setangkai harap dari sekedar rasa sesal pun nampaknya hanya menyebarkan virus baru. 

kali ini, hampir dapat kuikhlaskan meski tak sepenuhnya dapat kuhapuskan

sehari, dua hari, dan seterusnya.. 

akan selalu kupastikan rasaku, lukaku, akan kukeringkan dengan caraku.. 

rasanya, kata terucap "biarkanlah kau abadi dalam lautan ingatanku" bukanlah kata tepat yang harus kueja dan kusematkan kembali untukmu. 

sebab, menjadikan kau terus berlayar dalam ingatan nampaknya semakin membuatku semakin tenggelam ke palung rindu. 

bukankah tidak adil rasanya, jika hanya aku saja !

jadi sebaiknya akan kuulang doaku tanpa mengeja kembali namamu.  

Tidak ada komentar:

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...