9 Jul 2026

Part 2

Hari ini hari ke 2 setelah perpisahan itu.. 

Rasanya masih sembab saja mataku, begitu memalukan ya.. Wanita sepertiku nampaknya sangat tak cocok denganmu. 

Ya sepertinya tak ada kecocokkan itu, kenapa? 

Ya mungkin karna rasaku terlalu besar saja padamu, sampai tangisku lupa berjeda. 

Hai .. Apa kabarmu hari ini? 

Sudahkah kau sarapan makanan kesukaanmu? Sudahkah kau pergi ke kantormu? Atau kau sedang sibuk dengan tugas barumu. Ah.. Indah sekali ya harimu. 

Kenapa ya tidak dari kemarin-kemarin aku baca situasimu, padahal aku sedikit tahu bahwa sebenarnya kau keberatan atas hadirku. Meski awalnya bukan aku yang memimpikanmu. 

Hmmmm.. Tapi tak apalah ya, karna sudah seperti ini adanya, baiknya kunikmati saja perihnya. 

Oh ya, bagaimana harimu? Semesta tak menjahatimu kan? Ia terus meneduhimu bukan? Ah semoga terus seperti itu ya! 

"Boleh aku sedikit cerita? Mungkin ini tak terlalu menarik didengar telinga. Tapi tak apa jika mendengarnya pun sembari berpaling muka"

"Sayang, hari ini hari kedua perpisahan itu..  Masih terasa sulit bagiku, tapi aku berusaha sesuai kemauanmu"

Langsung saja ya .. 

Hari ini hari kesekian bermalas-malasanku, rasanya kembali bangun aku tak mampu, padahal sudah beribu caraku untuk tetap terlihat baik-baik saja. 

Akan terus kunikmati rasa yang tak pernah kuduga ini sebelumnya. Secepat ini datangnya. 

Sayang maafkan aku, jika lagi-lagi hampir aku kembali mengganggumu, tak sengaja aku membuka profilmu, melihat nomormu dan hampir saja jemariku pencet tombol telpon itu. Tak jarang aku curi curi pandang di layar hijau aplikasi itu barangkali kau mengetik ingin mengatakan sesuatu. Tapi ternyata tidak. 

Hening ... 

Teringat aku, di kedalaman mata seteduh itu ternyata membawa lara, menumpahkanya di wajahku kala terus kembali mengingatmu. 

Sayang, sudah dulu ya tak sanggup aku bercerita banyak luruh lagi tangisku kusimpan dulu wajahku sebelum esok kembali kusungging ceriaku untukmu. 

Tidak ada komentar:

Part 2

Hari ini hari ke 2 setelah perpisahan itu..  Rasanya masih sembab saja mataku, begitu memalukan ya.. Wanita sepertiku nampaknya sangat tak c...