mencumbui rindumu, menimang-nimang waktu untuk bertemu.
sekelebat ingat bayangmu pun luka, apalagi menetapkan jiwamu di dasar rasa paling jingga.
munafik bukan, kala dulu begitu mencinta sedang kini nyatanya benci meraja.
Ah... luka. nampaknya kau habis telan banyak kecewa. mengenyangkan perutmu hingga muntah buncah tak di bibir saja, lalu hingga mata juga.
Kembali teringat tentangmu saja kerap merusak banyak suka, mematikan berbagai rasa yang tumbuh menyuburkan benci yang keruh.
Kini rasa bisa apa? sedang yang ada hanya banyak kecewa.
Kau pasti lupa, bahkan terbahak bahak saja.
Kau pasti suka, jika yang luka hanya aku saja.
Kau pasti bahagia sedang yang paling rapuh hanya aku saja.
Takkan kupulangkan rasa yang pernah ada, membiarnya kau bawa meski hanya menyisakan luka.
rasanya saja tak lagi ingin kubawa sedang kecewanya kerap mencipta basah mata.
Kau memang paling lihai memahat kecewa, mencipta banyak luka pada jiwa yg pernah kau sebut "Cinta".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar