Semesta, izinkan kuberpeluk senjamu yang temaram.
tenggelamkan ragaku di temarammu yang indah.
sebab rinduku membuncah ruah.
Namun, aku kerap hilang arah, sebab senja diam diam menyulamkan pulang tanpa arah.
Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya. Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar