15 Jun 2024

Candala Rasa

Samar terlihat lirih di ujung jalan itu
lekat matamu, menoleh lirih padaku
kita memisah di ujung jalan itu. 
mencipta jarak tak terlihat, membangun tembok setinggi rindu tak terukur

Kita asing, memalingkan wajah kala rinai mulai berguguran 
tak ada yang kubawa pulang selain candala rasa 
membungkusnya diam diam hingga tak terbayang 
bahwa kemarin kita pernah sama
pernah suka, dalam buai ingatan cinta

Aku, kita hanya membawa bingkisan candala rasa yang pernah ada
serendah rasa yang pernah singgah, sehambar muak lekat lekat

Sudah kusiapkan, bingkisan rindu yang terbingkis rapi dalam candala yang nantinya kau nikmati di senja atap rumahmu
memberi kenang takkan lekang, serendah asa ketika candala rasa tak lagi menjelma asa ingin jumpa. 

Kita asing, memalingkan muka dan berlalu. 
tak ada yang berlalu, selain rindu kemarin yang telah dibungkus oleh candala rasa yang pernah ada. 

Kita ingin lupa, sebab candala rasa terpatri nyata dalam jiwa. 
kita akan baik-baik saja, melupa yang ada mencipta asa baru yang tak tergapai

Kita akan terus baik baik saja, akan baik baik saja. dan akan terus baik baik saja sebab jiwa tak lagi sama. membiar tabah bergelayut memaksa lirih tetap hanyut terbuat dalam candala rasa yang tak lagi sama. 

Pulanglah, jangan datang bahkan lalui sebrang jalan itu. takkan ada yang diingini dari hal baik yang pernah ada. mencipta jarak adalah hak indah yang takkan dapat diulang.
sesekali malang, membiar rasa dimakan candala, membiar rindu ditelan candala.

Akan baik baik saja, sampai candala rasa hilang bentuk jadi lupa. 




4 komentar:

Anonim mengatakan...

Jadikan buku bu

Anonim mengatakan...

Kira kira adalah yg mau membaca๐Ÿ˜„

Anonim mengatakan...

Layak dibaca ๐Ÿฅฐ

Anonim mengatakan...

Terima kasih banyak๐Ÿ™

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...