28 Jan 2024

Menguburmu Pada Andala yang Pernah Kau Tautkan

Hari berlalu, mengiring jalan berdebu
rasa di ujung jalan itu terlalu engap kukisahkan, terlalu sesak jika harus kubagikan, 
kiranya sudah cukup sembab mataku jikalau harus kukisahkan. 
kau rasanya sudah harus kuasingkan, namun tampaknya rindu masih menguntit perlahan
nyatanya kau sudah tak lagi sama, merubah rasa dengan sederhana
dengan kembali kau temukan samudra rasa yang kini kau siggahi, 
kembali kau layarkan lakaramu bersama sosok itu, 
sosok terkasih dalam pelukan .. 

Harusnya kau begitu asing dalam ingatan, 
menguburmu pada andala yang pernah kau tautkan
harusnya aku sudah begitu asing dengan kisah klise ini 
namun nyatanya, disetiap langkah menuju jalan itu kau membayang lekat tanpa sekat

Ingin rasanya kukisahkan semuanya pada angin menderu, menyapu jejak-jejak jalan itu
biar dapat kuhapus catatan kita sore itu.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

Kereen sekalii!!!!!

Maulida Fitriani mengatakan...

🙏

"Barangkali Kau Serdadu Itu"

Menceritakanmu selayaknya hujan, tiada terbilang sederas rintiknya.  Ada harum basah yang tak tersuarakan, serupa raup rindu tak bercelah.  ...